You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Tunggu Appraisal untuk Beli Lahan Kedubes Inggris
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

DKI Tunggu Appraisal untuk Beli Lahan Kedubes Inggris

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku akan tetap membeli lahan bekas kantor Duta Besar Inggris di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, pembelian masih menunggu hasil taksiran harga dari tim appraisal. Kedubes Inggris memberikan harga sebesar Rp 500 miliar lahan tersebut. 

Tapi tentu harus ada tawar menawar dan proses appraisal. Kalau di atas apraisal kami nggak bisa beli

"Dia kalau nggak salah nawarin Rp 500 miliar. Tapi tentu harus ada tawar menawar dan proses appraisal. Kalau di atas apraisal kami nggak bisa beli," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/12). 

PT MRT Beli Lahan Kedubes Inggris Rp 500 Miliar

Sebelumya, Basuki meminta PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta untuk membeli lahan. Namun kali ini pembelian diserahkan kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. 

“Ssoal pembelian lahan bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI kami putuskan yang beli Dinas Pertamanan," ucapnya. 

Pembelian lahan ditargetkan bisa terealisasi pada tahun depan. Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI telah menganggarkan sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembelian lahan. "Tahun depan pembeliannya. Kan sekarang kami anggarkan Rp 1,3 triliununtuk beli lahan di Dinas Pertamanan," katanya. 

Lahan tersebut nantinya akan dibangun taman. Sehingga bisa menambah ruang terbuka hijau di Ibukota. Selain itu juga untuk mempercantik kawasan Bundaran HI. "Nanti dibuat taman. Tambahin ruang terbuka hijau, jadi di tengah kota begitu padat, nanti Bundaran HI mau saya kasih bunga sekelilingnya," ujarnya. 

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengaku, ada beberapa perusahaan yang mengincar lahan tersebut. Namun, pihaknya lebih memilih menyerahkan lahan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta. 

"Pak Ahok menjelaskan DKI siap untuk membayar harga pasar dan kami juga berdiskusi, tujuan kami adalah untuk menyelesaikan proses pada tahun 2016. Kami lebih suka DKI yang beli tanah itu, tapi dengan harga pasar," katanya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1947 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye899 personDessy Suciati
  3. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye878 personFakhrizal Fakhri
  4. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye814 personDessy Suciati
  5. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye779 personAldi Geri Lumban Tobing